30
Sep
17

Memanah…Ternyata Memang Gak Mudah…!!!

Sedikit mengingatkan memori qta ke tahun 1988 dimana Indonesia pertama kali merebut medali di ajang olahraga level dunia Olimpiade Seoul 1988 pada cabang olahraga panahan. Meski hanya berupa medali perak, qta patut berbangga pada srikandi panahan saat itu Nurfitriyana Saiman Lantang, Lilies Handayani & Kusuma Wardhani. Pepanah putri Indonesia di atas tim Amerika Serikat & di bawah tim Korea Selatan.

Sabtu, 30 September 2017, PT. Astra Honda Motor (AHM) mengundang blogger untuk belajar memanah di lapangan Bumi Perkembahan Cibubur. Yup, olahraga panahan sepertinya saat ini lagi tren di masyarakat. Seolah tak mau ketinggalan, pihak AHM turut memperkenalkan olahraga ini kepada para blogger.

Tiba di lokasi, para blogger seolah udah gak sabaran untuk melepaskan anak panah dari busur yang terbuat dari kayu pada bagian pegangan tangan & fiber pada bagian sisi luarnya. Meski tampak mudah namun ternyata olahraga ini kalo tidak hati-hati cukup membahayakan juga, begitu pernyataan pelatih dari Jakarta Archery Club.

Sebelum memulainya, sang pelatih memberi coaching clinic mulai dari sikap berdiri, cara memegang busur, memegang anak panah, posisi tangan ketika akan melepaskan anak panah, trik melepaskan agar anak panah tepat mengenai sasaran di lingkaran target (bullseye). Oh ya, sebelum memulainya para blogger diwajibkan untuk menggunakan beberapa piranti keselamatan seperti pelindung jari & pelindung pergelangan tangan. Pelindung jari berguna agar jari tidak lecet ketika menarik tali busur. Sedangkan pelindung pergelangan tangan berfungsi untuk melindungi dari hempasan tali busur ketika anak panah dilepaskan.

Berhubung masih pada awam, qta dilatih untuk target dengan jarak 10 meter. Langsung ke praktek, ambil posisi berdiri yang pas, tidak kaku, ambil anak panah yang terbuat dari aluminium, taruh di busur, tarik tali busur….widihhh…ternyata nariknya berat juga :mrgreen: tempelkan jari jempol di tulang pipi, bidik target… gak usah lama2 cukup 3-5 detik karena kalo kelamaan membuat tangan menjadi tidak seimbang (goyang), kemudian segera lepaskan anak panah. Wuzzz…meluncur deras… wahhh…ternyata meleset cukup jauh dari target meski jaraknya cuman 10 meter :mrgreen: Mau gak mau pepanah harus kalibrasi bidikan. Jika bidikan pertama berada di bawah target maka selanjutnya dilakukan tindakan koreksi dengan mengarahkan busur agak sedikit ke atas. Lakukan hal berulang-ulang. Namun hasilnya tetep gak konsisten hahaha…. emang sih… agar hasilnya bagus & stabil memang perlu latihan rutin.

Oh ya, bagi yang berminat untuk latihan olahraga panahan, bisa gabung dengan mereka koq. Mereka biasa latihan di senayan namun berhubung komplek senayan lagi direnovasi untuk pelaksanaan Asian Games 2018 maka tempat latihan pindah ke Pulomas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
September 2017
S S R K J S M
« Jun   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 7,158,853 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 384 pengikut lainnya

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: