Awal Februari 2016, saya berkunjung ke kota Cirebon untuk bersilaturahmi dengan saudara yang tinggal disana. Seperti biasa lewat jalan tol Cipali dari Jakarta membutuhkan waktu sekitar 4 jam lebih, rada telat dibandingkan prediksi saya dikarenakan ada kemacetan di tol sebelum rest area km19. Lagi rame2nya heboh di media sosial tentang kota Cirebon yang dijuluki kota tilang, saya jadi penasaran apa iya memang seperti itu.
Exit tol Plumbon ngelewatin sentra batik Trusmi sebelum masuk ke kota Cirebon jalanan agak macet karena ada galian jalan. Awalnya saya rada waspada juga untuk berhati2 agar jangan sampai melanggar lalu lintas. Tampak beberapa polisi hadir namun hanya sebatas mengatur lalu lintas.
Sambil nyetir saya coba mengamati sekeliling lalu lintas kota. Hhhmmm… tampak ada biker berboncengan namun tidak mengenakan helm. Gak berapa lama kemudian nongol juga hal serupa seorang ABG cewek boncengan bertiga namun lebih parah, semuanya gak pake helm. Belum lagi ada juga yang nerabas lampu merah. Sesampainya di perlintasan kereta api, palang sudah tertutup karena kereta akan melintas, namun mirip2 di ibukota, ada yang masih nerobos lewat. Hanya saja saya tidak mengabadikan pelanggaran2 tersebut karena sembari nyetir mobil. Melihat beberapa fenomena tersebut yang terjadi di jalan2 protokol saya pikir wajarlah jika terjadi banyak penilangan, lah wong pelanggarannya cukup banyak untuk ukuran kotamadya. Seperti yang dikutip di tabloid OTOMOTIF edisi 40 bahwa pihak kepolisian Cirebon mengatakan faktanya jumlah pelanggaran di wilayah tersebut paling tinggi se-Jawa Barat…!!! Wajarlah jika pihak kepolisian bertindak. Sedangkan penilangan yang terjadi akibat penggunaan lampu LED standar pabrikan memang patut disayangkan, kalo emang benar terjadi tinggal lapor saja ke kantor polres.
Nah, demikian sekilas pandangan situasi lalu lintas di kota Cirebon.
Yg plat E mah aman cak..
Betul bang
Yg abg dan lainnya yg melanggar nggak kena tilang kan Cak. Coba itu motor plat B, langsung dislendut senut sama pak rompi hijau muda 😀
asal g ada diskriminasi plat nomor
http://kasamago.com/bmx-sepeda-sepanjang-masa/
Setuju mas bro… sya dulu sering mudik pake motor plat AA. Walopun sy ga melanggar rambu or praturan apapun sy tetap di stop bahkan dikejar pake mobil patroli hanya untuk menanyakan surat2 saja. Stelah surat amanpun sya masih dicari kesalahan. Ahirnya spedometer sya yg pecah karna jatuh di jkt saat perjalanan mudik itupun tetap kena pasal… berkali2 sy kena dicirebon mas bro…