03
Des
13

Ngobrol Ama KRT Thomas Haryonagoro,…Museum Tak Sekedar Memajang Benda Kuno…!!!

Tiket masuk Museum Ullen Sentalu

Untuk kedua kalinya saya datang ke Museum Ullen Sentalu yang terletak di kawasan wisata Kaliurang, Yogyakarta. Namun untuk kunjungan yang ini terasa lebih istimewa karena ada pencerahan dari KRT Thomas Haryonagoro salah satu pakar museum sekaligus pemilik/pengelola dari Museum Ullen Sentalu & Beukenhof Restaurant…!!!

Museum adalah gudang, tempat nyimpan benda2 kuno dsb… itulah persepsi masyarakat kalo ditanya tentang museum serta tak ada daya tariknya. Emang betul, itulah yang terjadi saat ini. Jangkankan warga biasa, Pemerintahnya sendiri saja tidak menghargai barang2 bersejarah. Lihat saja contohnya beberapa artefak bisa hilang dicuri ato diselundupkan (dijual) ke kolektor…!!!

Museum Ullen Sentalu

Dalam suatu kesempatan, pak Thomas menghadiri suatu seminar museum di eropa, ketika mampir di museum Swiss (kalo gak salah) dijumpai ada salah satu keris asli milik Pangeran Diponegoro yang dipajang disana…!!! Weleh… koq bisa ada disana…??? saat ini sedang diupayakan agar keris tsb bisa kembali ke Indonesia walaupun cukup sulit mengingat museum tersebut dikelola oleh swasta. Lain halnya jika dikelola oleh Pemerintah, negosiasi bisa dilakukan antar Pemerintah masing2.

Belanda, salah satu negara dengan jumlah museum terbanyak di dunia yakni mencapai 1400 museum…!!! Banyaknya museum disana tak lepas dari tingginya minat masyarakat terhadap benda2 bersejarah. Pak Thomas juga menuturkan bahwa museum disana ramainya mirip mall disini…!!! Penuh pengunjung…!!! Bahkan beberapa diantaranya jumlah pengunjung dibatasi, hal ini bertujuan untuk menghindari dari kerusakan misalnya struktur bangunan tua (heritage).

Museum sebagai jejak peradaban & jati diri suatu bangsa. Indonesia sebenarnya punya potensi kekayaan karena memiliki sumber daya budaya yang melimpah…!!! Museum jati diri bangsa… tentu mas bro ingat dengan “jas merah”…!!! Meski sudah UU No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, museum di Indonesia belum mampu seperti di negara2 lain antara lain :

  1. Museum belum mendapat perhatian khusus dalam hal pengembangan & pengelolaannya untuk menjalankan fungsinya sebagai salah satu aset budaya & pariwisata.
  2. Museum belum memiliki dukungan sarana prasarana, sumber daya maupun sumber dana yang memadai untuk menjalankan fungsinya secara optimal.
  3. Pengelolaan museum di Indonesia belum memenuhi standar pengelolaan pelayanan publik.

Pengelolaan museum di Indonesia hanya sebatas mengumpulkan, menyimpan, preservasi, konservasi, memamerkan, akuisisi & memelihara koleksi. Artinya mereka lebih fokus kepada koleksi mereka sendiri, belum mencapai ranah publik. Jadi wajar jika berkunjung (wisata) ke museum belum mengena di hati masyarakat.

Di negara2 maju, pengelolaan museum dilakukan secara profesional & kompeten. Museum as public domain dimana museum merupakan lembaga publik yang dimanfaatkan untuk kepentingan pelestarian, penelitian, edukasi & rekreasi. Dengan adanya itu, museum tidak hanya dinikmati oleh pengunjung tetapi juga oleh peneliti, pengamat, studi banding, penikmat seni, dsb.

Museum masa kini identik dengan perusahaan yang dilengkapi sarana & prasarana. Ruang koleksi dalam museum perlu dikelola dengan baik, informatif bagi pengunjung yang didukung oleh teknologi informasi yang memadai. Berbicara mengenai teknologi informasi tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit namun museum bisa mencari profit atau keuntungan finansial, hanya saja profit tersebut senantiasa dikembalikan lagi kepada museum itu sendiri. Contoh sederhana adalah menyelenggarakan event atau menyewakan tempat di museum.


3 Responses to “Ngobrol Ama KRT Thomas Haryonagoro,…Museum Tak Sekedar Memajang Benda Kuno…!!!”


  1. 3 Desember 2013 pukul 5:45 pm

    baru tahu aku… mengenai sop indonesia masalah museum kayak apa ya om?

    • 4 Desember 2013 pukul 10:25 am

      Standard Operating Procedure ??? museum yang bagus harus punya SOP yang baik,nah saat ini masih banyak yg anggap remeh SOP. Salah satu buktinya yah koleksi yang hilang di museum nasional beberapa waktu yang lalu. Kalo SOP nya bagus, gak bakalan hilang deh tuh koleksi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Desember 2013
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,488,226 hits

Twitter

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 378 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: