16
Agu
12

Mobil Listrik Diproduksi Masal…Udah Siap…??? Tantangannya Masih Banyak Lohhh…

Mobil listrik Ahmadi yang dibuat oleh PT. Sarimas Ahmadi Pratama beberapa waktu yang lalu sempat di-test drive oleh Bpk. Dahlan Iskan. Kagum atas hasil karya Dasep Ahmadi membuat sang Menteri BUMN memberi lampu hijau untuk masuk tahap produksi masal. Rencananya mulai 2013 mendatang & akan diproduksi antara 2.000 – 2.500 unit per tahun. Waktu yang cukup singkat… apakah sudah siap…???

Mobil listrik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1890-an😯 Mobil listrik dipilih karena menawarkan kenyamanan & pengoperasian yang mudah dibandingkan dengan mesin konvensional saat itu. Salah satu keunggulan mobil listrik saat itu adalah tenaga yang lebih besar (torsi gede), kecepatan, tidak berisik, tidak polusi, gampang distarter & mudah pengoperasiannya tanpa perlu oper gigi. Hingga tahun 1920-an mobil listrik & mobil bensin bersaing ketat. Bahkan pada tahun 1897, mobil listrik mulai dipakai sebagai kendaraan komersial di Amerika Serikat sebagai armada taksi listrik. Ibarat motor matik, mobil listrik menjadi kendaraan idaman wanita yang ingin praktis.

Seiring perkembangan teknologi mesin bensin, lambat laun popularitas mobil listrik semakin redup. Hal ini ditambah dengan kemampuan mobil bensin dapat menempuh jarak yang lebih jauh, pengisian bensin yang lebih cepat, & infrastruktur pengisian semakin bertambah, ditambah dengan sistem produksi massal yang diterapkan oleh perusahaan Ford, membuat harga mobil bensin turun drastis sampai setengah harga mobil listrik. Mobil listrik pun menjadi semakin tidak populer & secara total menghilang dari pasaran di tahun 1930-an terutama di pasar Amerika Serikat.

Krisis energi yang terjadi di tahun 1970-1980-an sempat menimbulkan harapan untuk membangkitkan mobil listrik namun para produsen mobil mulai serius mengembangkannya di tahun 1990-an & 2000-an. Polusi yang tinggi & makin naiknya harga minyak bumi muncul satu per satu kendaraan listrik nan ramah lingkungan (electric vehicle) seperti Toyota RAV4EV, Mitsubishi Miev, Nissan Leaf, Citroen C1, Mercedes Benz Vito E-Cell hingga sportcar Tesla Roadster.

Mobil listrik punya keunggulan tidak menghasilkan emisi gas buang & komponen suku cadang yang sedikit. Bandingkan dengan mesin bensin yang punya parts hingga ratusan buah…!!! Di samping itu tidak tergantung pada bahan bakar fosil yang harganya naik terus dari tahun ke tahun. Kekurangan yang masih menjadi tantangan para engineer saat ini adalah minimnya jarak tempuh yang dicapai & lamanya proses pengisian baterai yang butuh waktu berjam2. Selain itu harga baterai lithium ion yang terbilang masih mahal hingga berujung mahalnya harga jual mobil listrik. Di samping itu masalah daya tahan baterai. Umur baterai electric vehicle rata2 hanya mencapai 5 tahun. Mirip kayak gadget lah…lama2 kemampuan baterai menurun. Selain masalah baterai, tantangan berikutnya adalah jarak tempuh. Mobil listrik jarak tempuhnya tidak sebaik mobil konvensional. Banyak yang mengatakan bahwa mobil listrik hanya cocok digunakan di perkotaan.

Gak seperti mobil biasa, pengisian mobil listrik bisa dilakukan di rumah. Tinggal colokin ke stop kontak, beres deh… Namun bagaimana jika baterai lemah di tengah perjalanan ??? stasiun pengisian baterai jumlahnya minim… Numpang nyolok listrik ke rumah orang, apakah pemilik rumah bersedia ??? belum tentu, kan namanya nyolok listrik nantinya juga bayar listrik (PLN) juga tohhh…🙂

Jika Indonesia hadir mobil listrik, tantangannya masih banyak. Bagaimana dengan infrastrukturnya ??? bagaimana dengan suku cadangnya ??? bagaimana dengan tenaga SDM sudah siap ato belum ??? dsb…saya sendiri mendukung hadirnya mobil listrik disini namun alangkah baiknya perlu diperhatikan hal2 itu tadi.

Oh ya ada satu lagi nih…di awal tahun 2012 qta dikejutkan oleh mobil nasional Esemka. Gak berapa lama kemudian muncul yang namanya Low Cost Green Car (LCGC, artikelnya pernah saya ulas disini) yang infonya kabar terakhir akan diketok palu pada triwulan IV 2012, gak tau lagi deh kalo diundur hehehe… Kemudian barusan yang nongol mobil listrik. Sampe disini saya sendiri masih bingung, mobnas kemudian LCGC kemudian mobil listrik. Yang mau didahulukan yang mana ??? mobnas di awal2 tahun begitu heboh namun saat ini gaungnya udah gak kedengeran lagi. Disini Pemerintah harus punya arah yang jelas, akan dikemanakan industri otomotif qta. Jangan ampe mbulet wae gak karuan… gimana pendapat mas bro & sis sekalian ???

sumber gambar : Okezone & Wikipedia


12 Responses to “Mobil Listrik Diproduksi Masal…Udah Siap…??? Tantangannya Masih Banyak Lohhh…”


  1. 17 Agustus 2012 pukul 1:31 am

    Maju terus, meskipun banyak rintangan
    Terima kasih untuk pejabat2 sperti Bapak Dahlan iskan dan Bpk Jokowi yang lebih memperhatikan produk dalam negeri…..

  2. 5 dani
    17 Agustus 2012 pukul 11:55 am

    selama listrik yang dihasilkan masih dari fosil yang dibakar…maka…sama saja…kecuali pengisian dihasilakan dari, turbin air, solar cell, turbin angin, arus laut…baru bs merubah paradigma pembakaran fosil untuk energy..Go Green buat saya adalah mengurangi semua proses menjadi lebih cepat kekerusaka, kalo ini sih sama saja belum ada solusi..cuma mengalihkan mindset tentang BBM yang dibakar, hasil akhirnya ya…burn the fuel get the Power…makin banyak batubara yang dibakar, solar PLTG, PLTU (solar)…Bukan Tambang Listrik tenaga surya, pdahal kita negara yang setengah tahunnya selalu disinari matahari, sisanya malem wkwkwkwkwkw

  3. 6 Tjile
    18 Agustus 2012 pukul 6:01 am

    klw kita takut akan mobil listrik bangsa ini gak akan maju2x masak dijajah Nippon mulu,PLN sdh mulai koq pakai gas yg sangat melimpah di Indonesia, Indonesia mmg hrs bersaing dlm pengembangan mobil listrik krn klw mobil konvesional kita pasti jauh tertinggal, gw dukung penuh,masak kita mw maju rakyatnya gak dukung ( apa jangan2x ada ketakutan dr ATPM jika mobnas kita menjadi Raja di sini).DIRGAHAYU INDONESIAKU.

  4. 22 Agustus 2012 pukul 9:29 am

    INDONESIA….PASTI BISA……!!!!!!!!!!!!

  5. 4 September 2012 pukul 9:26 pm

    Ada Noh di taman mini Mobil g Pake BBM. Tinggal Masukkan Coin langsung trala la la laaaa

  6. 10 Yudakuzuma
    7 September 2012 pukul 11:03 pm

    banyak ide bingung mengembangkannya, jadi pemimpin kita ini abg labil😆

  7. 11 anak singkong
    21 September 2012 pukul 7:03 am

    Namanya saja proyek Indonesia….
    prinsip yg dipake ya indonesia gitu looohhhh… abang2 lambe…. hangat2 tahi ayam…
    ane juga sebagai pns ga bisa berkembang banyak karena kepemimpinan institusi2 di negeri ini menggunakan metode mafia….. berhasil atau ngga, jawabnya ya WANIPIRO?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,488,226 hits

Twitter

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 378 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: