18
Jul
12

How Formula 1 Inspired My Life…

Balapan Formula One (F1) masih menjadi tontonan menarik hingga saat ini. Berbagai negara berlomba2 ingin menjadi tuan rumah perhelatan balap jet darat. Bisa menjadi penyelenggara salah satu seri balapan F1 tentu menjadi kebanggaan tersendiri. F1 tak lagi sekedar ajang balapan kasta tertinggi roda empat tapi sudah menjadi entertainment & pariwisata yang siap menghasilkan devisa melimpah. Lihat sajalah magnet F1 seolah membius puluhan ribu penonton mendatangi sirkuit. Belom lagi jutaan pemirsa se-antero jagad yang menyaksikan adu skill pembalap lewat layar televisi…!!!

Balap F1 bermula dari balapan di benua Eropa yang diperkenalkan pertama kali tahun 1894…!!! Perlombaan sempat dihentikan beberapa kali karena perang dunia pertama & kedua. Tahun 1950 balap berlabel F1 resmi digelar & sudah menjangkau ke benua Amerika tepatnya di sirkuit Indianapolis. Mobil F1 pertama menggunakan 2 opsi mesin yakni 1.500 cc supercharged ato 4.500 cc naturally aspirated. Sebagai gambaran yang berkapasitas 1.500 cc supercharged tenaga yang dihasilkan sekitar 350 hp…!!!

Kini perkembangan mobil F1 makin pesat. Gairah F1 mulai terasa ketika mobil dinyalakan…raungan mesin berkapasitas 2.400 cc V8 berkitir di 6.000 RPM pada saat idle, dari kondisi diam hingga kecepatan 100 km/h kurang dari 2 detik ato hingga 300 km/h cukup 8 detik saja bak panah yang meluncur deras dari busurnya, melesat secepat kilat 350 km/h @ 18.000 RPM di trek lurus hingga gaya gravitasi (G-Force) mencapai 5 kali lipat ketika melibas tikungan, melahap puluhan lap dengan jarak tempuh minimal 300 km … tak ayal balap mobil F1 sangat menguras tenaga. Gak usah heran, kelar balapan, para pembalap F1 badannya menyusut 2-3 kg…!!!

Banyak pembalap yang memimpikan bisa berlaga di F1, salah satunya pembalap berbakat kita Rio Haryanto. Bisa meraih podium utama adalah sebuah prestasi puncak yang sulit diungkapkan dengan kata2, apalagi jika meraih titel juara dunia. Sempurna…!!! Yup, untuk meraih raihan sempurna tak semudah membalikkan telapak tangan. Balapan F1 tak sekedar ngebut di sirkuit kemudian finish. Butuh keterlibatan banyak pihak agar impian puncak tercapai.

Speed is nothing without control. Dalam balapan F1 mobil kencang tidaklah cukup. Bisa kita tengok bagaimana para engineer yang terdiri dari ahli mesin, ahli aerodinamika, ahli sasis, ahli kelistrikan dsb bekerja keras membangun mobil F1 yang tak sekedar kencang namun juga lincah di tikungan serta memiliki daya tahan mesin yang mumpuni. Tentu saja peran pembalap juga ikut mempengaruhi dalam merancang mobil F1 karena tiap2 pembalap punya karakter berbeda2. SuksesMelahap 1 lap sirkuit lebih cepat 0,1 detik saja sudah merupakan sebuah keberhasilan.

Mobil yahud & didukung pembalap bertalenta namun itu belomlah cukup, koq bisa begitu ??? Yup, masih ada yang tidak boleh dilupakan yakni strategi balapan. Gak bisa dipungkiri lagi strategi turut mempengaruhi hasil lomba. Penggunaan ban misalnya ada yang pilih kompon lunak yang nge-grip di awal2 lap namun kedodoran di pertengahan lap. Ato pilih kompon keras yang biqin tunggangan manuvernya biasa2 saja namun awet. Strategi pitstop, ada yang cukup sekali ato 2 kali. Semuanya butuh perhitungan matang & cermat…!!!

Perhelatan F1 menghasilkan pembalap2 legendaris nan disegani. Di era 1950-an qta mengenal sosok pembalap Argentina Juan Manuel Fangio. Kemudian era 1970-an ada Niki Lauda (Austria) & Neslon Piquet (Brasil). Selanjutnya adalah duet fenomenal era 1980 s.d. 1990-an sapa lagi kalo bukan Ayrton Senna (Brasil) & Alain Prost (Prancis). Banyak yang mengatakan bahwa rivalitas Senna & Prost belum ada yang bisa menandinginya hingga saat ini. Senna merupakan pembalap yang pantang menyerah, piawai membalap di kondisi hujan & jago menaklukan tikungan. Mr. Monaco, adalah julukan Senna karena sukses menjuarai 6 kali di sirkuit yang sarat tikungan. Selanjutnya adalah Prost, dikenal sebagai pembalap yang cerdik dalam balapan. Doi dikenal sebagai pembalap yang tahu taktik membalap, kapan saatnya mendahului, kapan saatnya menguntit pembalap di depannya, kapan saatnya geber habis mobil dsb. Tak heran dia dijuluki The Professor. Bagi penggemar F1 tentu masih ingat tabrakan di seri penutup GP Suzuka Jepang 1989 yang melibatkan mereka. Sekalipun Prost kemudian gagal finish & Senna menang namun Senna diberikan hukuman diskualifikasi oleh pengawas lomba. Gelar juara dunia pun jatuh ke tangan Prost. Ketika Ayrton Senna kecelakaan & meninggal dunia pada gelaran GP San Marino 1994, Alain Prost adalah pembalap yang paling merasa kehilangan. Hal ini terlihat dari Prost yang turut mengusung peti jenasah Senna sebelum dikubur. Tak hanya sampai disitu, Ayrton Senna Foundation yang didirikan oleh Senna semasa hidupnya guna membantu pendidikan anak2 miskin Brasil salah satu pengurusnya adalah Alain Prost. Meski rival tapi sportifitas tetep nomor satu & layak ditiru. Mantep bro…!!!

Torehan juara dunia F1 seperti yang dicapai oleh pembalap Red Bull Racing asal Jerman Sebastian Vettel merupakan sebuah kesempurnaan yang tak hanya melibatkan pembalap saja namun juga kerjasama tim. Kesempurnaan seperti inilah yang juga terpancar dari Infiniti. Muncul sejak 8 November 1989 di wilayah Amerika, brand Infiniti semakin dewasa. Tak hanya aura kemewahan eksterior & interior khas premium car tapi Infiniti juga memberikan nilai lebih kepada pemiliknya. Mobil mewah identik dengan boros bahan bakar. Namun di tangan Infiniti hal tersebut tidak berlaku lagi. Teknologi Variable Valve Event and Lift (VVEL) khas Infiniti menghasilkan sebuah mesin yang punya karakter bertenaga, respon cepat, emisi gas buang rendah namun tetap hemat bahan bakar…!!! Belum lagi teknologi kontrol traksi yang diadopsi dari F1 Electronic Stability Programme (ESP) berfungsi menyeimbangkan beban pengereman & torsi mesin secara otomatis pada saat mobil mengalami gejala understeer, oversteer atau pada permukaan jalan yang licin sehingga pengemudi bisa tetap menjaga mobil pada jalurnya. ESP sebagai fitur keamanan menemani fitur2 sebelumnya yang telah ada seperti ABS (Antilock Brake System), EBD (Electronic Brake Distribution), BA (Brake Assist) & airbag. Sebuah perpaduan yang ciamik antara kemewahan, performa, ramah lingkungan & keamanan yang diusung oleh Infiniti.

Infiniti, inspired performance…!!!

sumber gambar : www.redbullracing.com


7 Responses to “How Formula 1 Inspired My Life…”


  1. 1 gayuh
    18 Juli 2012 pukul 11:27 pm

    kira2 kenapa ga ada stasiun tv (gratis) di indonesia yang nayangin?apa emang peminatnya g banyak?

    saya suka f1, tapi belum pernah liat balapan dari start – finish…suii

  2. 23 Juli 2012 pukul 9:22 pm

    nonton online aja, kadang-kadang tanpa iklan sepanjang balapan..

    yang seri jerman kemaren seru.. vettel didepak dari podium karena mendahului button dari luar trek.. hal yang sama tidak terjadi pada rossi saat jelas mendahului stoner dari luar trek di laguna seca beberapa tahun lalu..

  3. 6 lekdjie
    25 Juli 2012 pukul 5:26 pm

    semoga menang kontesnya bos.brmm..brmm..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Juli 2012
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,469,619 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 376 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: