23
Apr
12

Cek Kondisi Mesin Lewat Uji Emisi…

Beberapa tahun yang lalu pernah diwacanakan agar semua kendaraan pribadi wajib melaksanakan uji emisi ketika akan membayar pajak STNK. Namun seperti biasa yang terjadi di negeri ini…wacana hanyalah tinggal wacana… Padahal aturan mengenai pengendalian polusi sudah diatur Pemerintah lewat Peraturan Daerah (Perda) No.2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.92 tahun 2007 tentang Uji Emisi & Perawatan Kendaraan Bermotor, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.4 tahun 2009 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru hingga UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan.

Uji emisi… sebuah ritual yang jarang dilirik oleh pengguna kendaraan pribadi. Padahal lewat uji emisi lah qta bisa mengetahui kondisi mesin apakah sehat ato tidak. Beberapa parameter yang digunakan untuk mengetahui kadar gas buang adalah :

  • CO (Karbon Monoksida), merupakan salah satu gas yang paling mematikan. Ingat kan beberapa kasus tewasnya penumpang di dalam mobil ketika kondisi mesin lagi hidup ??? Batas toleransi CO hasil pembakaran mesin bensin adalah di bawah 2,5%. Bila lebih dari itu menandakan campuran bahan bakar tidak ideal.
  • HC (Hidrokarbon), kadar HC yang tinggi pada umumnya disebabkan oleh sistem pengapian yang tidak sempurna. Penyebabnya bisa berasal dari kabel busi, koil hingga busi. Di samping itu kerak yang menumpuk, waktu pengapian yang tidak tepat, piston / dinding silinder yang sudah aus juga menyebabkan HC menjadi tinggi.
  • CO2 (Karbondioksida), pembakaran sempurna akan menghasilkan kadar CO2 yang tinggi. Nilai ambang batas minimal 12%.
  • O2 (Oksigen), bila kadar CO2 harus tinggi maka O2 sebaliknya harus rendah karena udara merupakan komponen penting dalam proses pembakaran. Nilai O2 idealnya berada di rentang 0,5 – 2%.
  • Lamda, merupakan angka untuk mengetahui perbandingan udara dengan bensin (air fuel ratio / AFR). Idealnya nilai AFR berada di angka 1. Bila nilainya lebih dari 1 menandakan campuran lean ato minim bahan bakar. Sedangkan bila kurang dari 1 berarti rich ato kebanyakan suplai bahan bakar.

Untuk melakukan uji emisi ini ada yang gratis (biasanya digabungkan dengan paket service tune up), ada pula yang bayar. Kalo bayar biayanya antara Rp50rb-Rp100rb. Tgl 22 April adalah hari bumi…yuk qta peduli terhadap bumi…


6 Responses to “Cek Kondisi Mesin Lewat Uji Emisi…”


  1. 5 Denisa
    27 Mei 2015 pukul 1:45 pm

    Batas toleransi CO hasil pembakaran mesin bensin adalah di bawah 2,5%. kalo bole tau referensinya dari mana ya? boleh minta gak? terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,481,406 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 378 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: