14
Mar
12

Low Cost Green Car Di Indonesia…Dibutuhkan Tapi Juga Dikhawatirkan…!!!

Honda Brio

Low Cost Green Car (LCGC) kurang lebih artinya mobil murah & ramah lingkungan. Regulasi LCGC lewat Kementerian Perindustrian sudah didengungkan beberapa tahun yang lalu namun aturan itu masih belum terealisasi. Padahal sudah banyak pemain ATPM yang ingin bermain disana. Investasi triliunan Rupiah siap digelontorkan untuk memproduksi mobil2 berkategori LCGC. Sebelum menginjak lebih dalam mari qta bedah apa itu LCGC. LCGC merupakan kebijakan Pemerintah untuk mendorong ATPM agar bisa membuat mobil2 dengan harga terjangkau namun ramah lingkungan. Adapun konsep LCGC yang diusung oleh Kementerian Perindustrian adalah (sumber Autobild) :

  1. Mesin 1.000 –  1.200 cc
  2. Konsumsi BBM minimal 22 km/liter (mesin 1.000 cc) & 20 km/liter (mesin 1.200 cc)
  3. Memenuhi standar emisi Euro 2
  4. Harga on the road maksimal Rp100 juta
  5. Investasi pabrik minimal US$50 juta
  6. Bodi, mesin, transmisi, dsb dibuat di dalam negeri
  7. Komponen lokal yang digunakan pada tahun pertama minimal 40%, tahun ketiga naik 60% & tahun kelima 80%.

Nah jika ada mobil yang masuk kriteria LCGC tadi di atas akan mendapatkan insentif fiskal berupa :

  1. Penghapusan bea masuk untuk impor mesin produksi, bahan baku, komponen dsb.
  2. PPnBM untuk kategori sedan & 4×2 menjai 0%.
  3. Pembebasan bea masuk impor bahan baku & komponen yang belum bisa diproduksi lokal.

Dengan adanya pembebasan biaya ini itu harga mobil bisa ditekan murah. Yup seperti yang qta ketahui bahwa harga sebuah mobil boleh dikata 40% nya masuk ke kantong Pemerintah dalam bentuk pajak. Nah kalo bagian pajak ini itu dihilangkan jika harga mobil yang seharusnya (kondisi normal) Rp150 juta menjadi Rp90juta…  wowww gimana nggak menggiurkan coyyy… !!! Konsumen yang tadinya gak kesampaian membeli mobil baru karena harganya mahal, sekarang impiannya bakalan (mudah2an) terwujud. Yang tadinya kemana2 naik motor ke depannya ada peluang untuk memiliki mobil baru…!!!

Pabrikan sebenarya sudah ada mobil2 yang bisa masuk kriteria LCGC. Qta lihat aja yang hadir di India & Thailand seperti Honda Brio, Toyota Etios Liva, Suzuki A-Star, Hyundai Eon dsb. Bentuknya rata2 mini MPV namun bisa muat 4-5 orang. Cocok deh dengan selera pasar disini.

Di satu sisi LGC memberi nilai positif namun di sisi lain juga memberi nilai minus. Salah satu yang saya khawatirkan adalah kemacetan yang makin menjadi2. Konsumen berbondong2 membeli mobil baru dengan harga murah tapi di sisi lain transportasi publik yang nyaman, aman, murah & cepat belum terwujud. Transjakarta masih banyak yang perlu dibenahi, tiang2 monorel nasibnya  gak jelas…berbanding terbalik dengan gencarnya Pemerintah membangun jalan tol ato jalan layang. Seharusnya Indonesia mencontoh Thailand. Di Bangkok, program LCGC berjalan beriringan dengan pembangunan transportasi publik (skytrain, subway, bus rapid transit). Meski Bangkok masih macet namun sudah mendingan sejak adanya transportasi publik yang memadai. Jauh tertinggal dengan Jakarta.

Selanjutnya bagaimana dengan nasib Tawon, Esemka dsb ??? makin tersudutlah mereka dengan hadirnya mobil2 dibawah harga Rp100 juta. Dukungan yang dilakukan oleh Pemerintah kepada mereka juga minim. Lihatlah bagaimana mereka begitu kesulitan untuk mendapatkan pinjaman ringan untuk mengembangkan usaha. Masa depan mobil nasional makin suram…

Monggo komentar mas bro & sis sekalian…


6 Responses to “Low Cost Green Car Di Indonesia…Dibutuhkan Tapi Juga Dikhawatirkan…!!!”


  1. 14 Maret 2012 pukul 5:11 pm

    …………………..macet total………………..

  2. 3 Iyan
    23 Maret 2012 pukul 8:34 am

    buruan keluar yah mobil lcgc , aku mau beli satu hehehe hyundai eon juga keren….suka aku..apalagi daihatsu a concept keren abis…kalo macet..itu derita loooo..hahahahaha

  3. 4 Madji
    22 Januari 2013 pukul 8:10 pm

    Katanya bentar lagi yah, tinggal nunggu teken SBY doang. Gini lo mas menurut analisa saya. Memang sih tu mobil awal2 taun masih import komponen dari luar, tp setelah semester pertama konon wajib 80% komponen lokal dan perakitan total hasil dalam negri. Bukannya ‘ga yakin dgn kualitas anak2 bangsa, cuma mikir aja, dgn harga maksimum 100jt kita bisa bayangin bakal seperti apa sih kualitasnya, lha yg hasil rakitan Thailand/Malaysia aja masih banyak yg kedodoran koq. Tempo hari sempat ngobrol2 sama sales eksekutip Toyota, saya tanya masalah kualitas mobil LCGC dia cuma senyum2 aja, yah mas .. katanya, namanya juga mobil murah, kita jual kemasan aja lah, jangan mikirin kualitasnya …. huehehehe. Nasibmu Endonesia…

  4. 5 Rollerman
    1 Juni 2013 pukul 7:44 pm

    owhh begitu regulasinya…

  5. 16 Januari 2014 pukul 2:40 pm

    sangat mendukung regulasi LCGC, ayou suzuki tlg masukin alto kemari..😳 pasti laku ngalahin avanza
    http://www.gaadi.com/blog/maruti-suzuki-working-on-ultra-efficient-800cc-diesel-engine


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Maret 2012
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,474,346 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 376 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: