17
Feb
12

Benang Kusut Transportasi Umum…

Kecelakaan…kecelakaan… & kecelakaan lagi… terakhir bis Karunia Bakti nyungsep di kawasan Cisarua 10 Februari 2012. Bus jurusan Garut-Jakarta dengan nomor polisi Z 7519 DA mengalami rem blong pukul 18.40 WIB. Bus menabrak sejumlah kendaraan sebelum kemudian keluar jalur. Tercatat 14 penumpang meninggal dan puluhan luka-luka akibat kejadian ini. 

Si sopir bis pun dijadikan tersangka oleh polisi & dijerat dengan pasal2 yang ada dalam UU no.22 tahun 2009. Namun mengapa masih saja sering terjadi kecelakaan ???

Lihatlah bagaimana mudahnya memperoleh SIM. Tinggal nembak, SIM pun jadi. Yang tadinya hanya kernet, montir ato cuman masuk ngeluarin bis ke kandang akhirnya bisa jadi sopir bis. Uji KIR hanya formalitas semata, asal ada duit, armada bobrok ban gundul, lampu mati, rem ABS (Asal Berhenti Syukur) dsb pun bisa lolos…!!! Monggo dibaca pengalaman seseorang melakukan uji KIR disini. Aparat baik itu polisi ato Dishub yah cuman gitu2 aja. Tak ada tindakan tegas. Tentu saja ini masalah uang. Ada uang, semua beres. Pokok’e wani piro… UU no.22 tahun 2009 bak macan ompong.

Kejar setoran makin memperparah keadaan. Setoran target tak terpenuhi, artinya sopir gak dapat apa2, apesnya malah kudu nombok. Alhasil sopir bis tak segan2 ngetem lama di perempatan jalan, ngebut ugal2an berebut penumpang dsb. Yang penting perut tidak lapar & dapur tetep ngebul meski nyawa penumpang taruhannya.

Tidak bisa mengurai benang kusut, jangan harap transportasi kita akan baik. Mengkambinghitamkan sopir terus2an tidak akan menyelesaikan masalah karena masih banyak faktor2 lain yang membuat rusak sistem transportasi umum.


8 Responses to “Benang Kusut Transportasi Umum…”


  1. 17 Februari 2012 pukul 10:04 am

    lha ya…
    kaya gini kok gembar gembor euro3.. bis aja banyak yg ga layak jalan..
    transportasi masal yg nyaman sejauh ini hanya sebatas jadi impian..

  2. 17 Februari 2012 pukul 2:31 pm

    udah sangat KUSUT,,,di buang atau di bakar, ……..:(
    . CBR itu,,,…
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/02/17/harga-cbr-250-di-wonogiri/

  3. 5 Underboyz
    17 Februari 2012 pukul 6:16 pm

    punya sim B 1 umum ga sembarangan mas.jd klo menurut saya bukan SIM yg salah.emg bis yg sistemnya setoran paling kasian.jgnkan mikirin sparepart yg harganya selangit.mikirin setoran aja udh ngap ngapan.aturan mah tindakanya bukan hanya uji Kir aja.tp pikirin juga tuh kesejahteraan supir sama harga sparepartnya.salam bismania

  4. 18 Februari 2012 pukul 7:39 am

    Pemerintah tidak punya political will untuk memperbaiki sistem transportasi publik, dan akibatnya ya begini….. carut marut….

  5. 19 Februari 2012 pukul 10:53 am

    kalau saya juga menyalahkan penumpangnya. coba saja buka fans page/web dari mania sebuah P.O. pasti akan muncul istilah “ngeblong” , balapan, nyalip bus depannya. Jelas secara tidak langsung sikap penumpang atau fans bus tsb mengundang sopir untuk ngebut dan ugal -ugalan. memamerkan keahliannya menyetir bus. CMIIW


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,471,177 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 376 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: