28
Okt
11

Yang Dibutuhkan Adalah Transportasi Publik…Bukan Biqin Jalan Tol…!!!

Lagi2…Pemprov DKI Jakarta biqin proyek besar…!!! Gak tanggung2 proyek senilai Rp40 triliun direncanakan untuk pembangunan 6 ruas jalan tol yakni Semanan-Sunter (17,88 km), Sunter-Bekasi Raya (11 km), Duri Pulo-Kampung Melayu (11,38 km), Kemayoran-Kampung Melayu (9,65 km), Ulujami-Tanah Abang (8,27 km) & Pasar Minggu-Casablanca (9,56 km). 

Saya gak habis pikir, udah tahu Jakarta macet koq malah biqin jalan tol. Emangnya jalan tol akan menjamin bebas kemacetan di masa mendatang ??? Padahal dengan nilai Rp40 triliun jika dialokasikan ke tranportasi publik kan bisa menghasilkan sesuatu bangetsss… !!!

Jumlah mobil/motor bertambah pesat. Pembatasan penggunaan kendaraan bermotor harus segera dilakukan…!!! Satu2nya cara yang efektif adalah transportasi masal yang bagus. Bukannya malah biqin tol ato yang paling parah adalah menghentikan proyek Monorail yang katanya dananya gak ada… Pilar2 monorail yang mengganggu wajah ibukota seolah siap menjadi monumen. Sungguh ironis…!!!

Di saat2 tertentu saya naik bis Transjakarta (artikelnya disini). Namun sayang pelayanan yang diberikan makin lama menurun mulai dari lantai halte yang oblak, atap lepas, informasi yang minim, pintu otomatis rusak ampe bis Transjakarta mogok. Hal ini gak boleh dibiarkan berlarut2 tanpa adanya tindakan. Kalo makin lama makin jelek, orang yang tadinya pengguna transportasi umum akan beralih lagi ke kendaraan pribadi. Iya toh…??? Gimana nih orang yang mengaku “ahlinya” Foke You…???


14 Responses to “Yang Dibutuhkan Adalah Transportasi Publik…Bukan Biqin Jalan Tol…!!!”


  1. 28 Oktober 2011 pukul 3:26 pm

    dasar,,,,……..indonesia

  2. 28 Oktober 2011 pukul 3:26 pm

    hhmmmmmm ra nggenah tenan😦

  3. 4 inue satrio
    28 Oktober 2011 pukul 3:37 pm

    muaaaallll n leeeessss

  4. 28 Oktober 2011 pukul 4:57 pm

    paling buat ajang korupsi.

  5. 7 luciferous
    28 Oktober 2011 pukul 7:00 pm

    hehehe…itu smua krn qt djajah otomotif nipon bro,tau g kl indo itu pengutang terbesar japan economic foundation sebesar 40T kl g salah y,nah duit bt bkin tol jg mgkn pinjm si nipon agar mrk bs lancar jaya jualan otomotif d negri qt yg pejabatnya FOKE YOU ini

  6. 28 Oktober 2011 pukul 7:09 pm

    ada proyek ada uang.. ada tender ada uang..

  7. 28 Oktober 2011 pukul 8:22 pm

    di indonesia apapun harus jd duit lah wong kencing aja byr

  8. 29 Oktober 2011 pukul 1:52 am

    tull……

    at0zz.wordpress.com

  9. 14 kY
    30 Oktober 2011 pukul 1:16 am

    Resiko pembatasan adalah menurun nya industri otomotif.
    Itu ga mgkn karena ekonomi jg bs ikut turun.
    Utk ‘bersakit-sakit’ dahulu kita tdk mau
    Karena terlalu byk uang yg terbuang dibanding yg ‘masuk’.
    Tambahan mas, transjakarta bkn cm mogok,
    Nyerempet mobil sy ga diganti (fyi sy prnh brentiin 1 bus tj yg nyerempet, tetep aja ribet soalnya pk jasa 3rd party)
    Blm lg yg ‘membunuh’ org dan bus yg terbakar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,488,226 hits

Twitter

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 378 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: