05
Okt
11

Pengalaman Di Satpas SIM Polda Metro Jaya…

Melanjutkan artikel sebelumnya (disini). Maksud & tujuan kedatangan saya (walah koq kayak acara lamaran hehehe…) ke Satpas SIM Polda Metro Jaya adalah untuk memperpanjang SIM yang akan habis bulan ini. Loh kenapa gak lewat Samsat SIM Keliling ??? nah masalahnya SIM saya ini terbitan Polda Jawa Timur & mau pindah menjadi SIM Polda Metro Jaya. Berdasarkan info yang saya dapat, untuk perpanjang SIM dari wilayah lain tidak bisa dilakukan di Samsat Keliling tapi kudu ke Satpas SIM yang berada di Daan Mogot.

Dari halte Taman Kota ke Satpas SIM qta kudu jalan yah sekitar 500 meter-an. Baru turun dari jembatan penyeberangan halte Taman Kota seorang pria muda menawarkan jasa “Mas mo biqin SIM yah ??? Gopek (500rb) aja mas, gak perlu ujian teori ama praktek, tinggal foto doank langsung jadi. Dijamin beres & cepat”. Weleh3x…dalam hati saya, baru turun udah ada calo padahal jarak ke Satpas SIM masih jauh. Saya tolak penawaran orang itu. Lanjut lagi perjalanan. Tak lama kemudian beberapa tukang ojek yang mangkal kesitu langsung ngomong seperti pria tadi yang saya temui. Saya cuekin aja…sambil memberi isyarat tangan “tidak”.

Tak lama kemudian ada papan bertuliskan Satpas SIM sambil menunjukkan arah ke kanan. Hhhh…komplek Satpas SIM luas bener. Terlihat juga sebuah gedung bertingkat yang lagi proses pengerjaan. Setelah melewati pintu gerbang utama, muncul lagi orang2 yang menawarkan jasa pembuatan SIM. Sampe2 juru parkir pun ikut2an nawarin. Waduh3x…calonya banyak bener yak… Cuekin ajalah…trus masuklah ke dalam sebuah gedung tempat pembuatan SIM.

Tanya sana sini wah ternyata kalo perpanjang SIM daerah & kemudian pindah menjadi SIM Polda Metro Jaya kudu membawa surat pengantar dari SIM penerbit sebelumnya. Kalo gak ada itu gak bisa diproses. Walah… masa sih kudu pulang kampung untuk biqin surat pengantar. Saya pun disarankan untuk biqin SIM baru. Setelah dipikir2 wah kayaknya gak sempet nih. Selain waktu yang terbatas, kalo mo ngambil cuti rasanya gak enak ama orang2 kantor secara kemaren sudah ngambil cuti. Daripada ntar jadi omongan yo wislah terpaksa pake jurus nembak. Pokoknya hari itu SIM kudu jadi.

Akhirnya saya mendapat petunjuk dari seseorang yakni untuk menemui seorang petugas di sebuah loket. Sesampainya disana langsung saya temui petugas loket yang dimaksud. Saya pun bercerita ke dia. Ooohhh…kalo itu sih bisa cuman yah itu tadi, kudu ada “pelicin”. Trus tarifnya berapa ??? siapin 3 lembar uang merah. Gak bisa kurang ??? gak bisa, itu udah harga mati. Fotokopi SIM & KTP masing2 sebanyak 2 lembar kudu disiapin. Kalo bisa fotokopinya dari rumah ato nebeng mesin fotokopi kantor. Kalo fotokopi di Satpas SIM mahal. Setelah saya serahkan permintaannya, dia bilang “Tunggu aja pak, ntar saya panggil,” kata petugas itu kepada saya.

Sambil menunggu di kursi depan loket, saya perhatikan orang2 disekeliling saya. Tiga orang bule lagi duduk di depan 2 baris kursi dari saya. Terdengar sayup2 percakapan mereka “I don’t believe. In this police station, we meet many brokers here”. Saya yang mendengar obrolan tadi cuman mesam mesem aja. Ini Indonesia mister hehehe… Harus diakui, selama masih banyak orang kita yang berupaya mencari jalan pintas, ingin cepat selesai maka kesempatan itu pasti ada. Untuk masalah ini kita tidak bisa menyalahkan Polri saja, tapi karena permintaan ini datang dari masyarakat kita juga. Bersama saya kemarin cukup banyak peserta dari lembaga kursus mengemudi atau yang didampingi dengan petugas tertentu. “Bapak2 ibu2, ayo ikut saya ke loket itu. Qta menuju ruang pemotretan,”ucap seorang bapak paruh baya. Sekitar 15 orang yang lagi duduk2 pun langsung pada berdiri semua menuju ruang foto.

Tak lama kemudian, saya pun dipanggil oleh petugas loket tadi sambil menyerahkan form untuk menuju tempat foto. Beberapa kejadian biqin saya tersenyum seperti ketika disuruh tanda tangan digital pake pen ehhh… si pemohon SIM malah ngeluarin bolpen beneran😀 Selesai motret, tak perlu menunggu waktu lama…yah sekitar 5 menit SIM pun langsung jadi. Ketika ngambil SIM qta dikasih juga dompet berwarna biru buat naruh SIM. Tentu saja kudu bayar Rp5rb. Itu hukumnya wajib, gak bisa nolak, kalo nolak SIM gak bakalan dikasih. Ada yang punya pengalaman ??? monggo di-share


12 Responses to “Pengalaman Di Satpas SIM Polda Metro Jaya…”


  1. 1 Risang Sargo
    5 Oktober 2011 pukul 3:57 pm

    MAKAN2….!!!
    Om Myt mo ultah… tgl brp, om???🙂

  2. 3 Rollerman
    5 Oktober 2011 pukul 8:26 pm

    wahh niat awal emg pengen jujur,tapi setelah melihat kondisi medan kok jadi pke jasa Calo.hehehehhe

    harusnya d akhir artikel ada tulisan,” JANGAN MENIRU ADEGAN DI ATAS” biar pembacanya tidak ikut2an.hehehehe

    peace

  3. 5 Oktober 2011 pukul 11:07 pm

    wah murah itu, saya SIM C aja mutasi kena 400 rebu Pak Mit..

  4. 5 Oktober 2011 pukul 11:44 pm

    Sim Ilang Bikin baru 350rb
    *sama pake calo tp klo ini berseragam ada pangkat dan perut ny buncit😆

  5. 7 nica
    6 Oktober 2011 pukul 8:43 am

    Menurut saya sih sebaiknya di “legal” kan saja, tarif 350 rb tapi langsung jadi😀

  6. 8 kY
    8 Oktober 2011 pukul 8:19 am

    Memang memalukan..
    Tapi kita ga malu karena sudah BIASA.

  7. 12 Oktober 2011 pukul 12:15 pm

    yang penting sama2 ikhlas.

  8. 10 Yudakuzuma
    12 Oktober 2011 pukul 7:31 pm

    sy juga gitu dulu, bikin sim motor keluar duit 350ribu, kalau gak bayar jangan harap bisa lulus. hmm kalau caranya kayak gini gimana caranya jakarta berbenah, kebanyakan semua pengendaranya buta lalu lintas.😕

  9. 11 Pandega
    13 Oktober 2011 pukul 11:58 pm

    ane dulu bikin sim C bareng bokap perpanjang sim C, ga pake calo, ga pake tes, langsung foto, bayar 300rb buat 2 orang, bokap perpanjang n ane bkin baru, trus kmaren bikin sim lagi gara2 hilang kena 115rb (sim 75rb, adm 20rb, surat dokter 20rb).
    Trus tanya2 org yg bkin sim baru, kemaren kira-kira kena 200rb, tes cuma tes tertulis, ga ada tes praktek.
    Bener2 enak bikin sim disini, maklum di kota kecil Tapin Kal-sel.😀

  10. 28 Oktober 2011 pukul 6:42 am

    aslinya cuman 100 rebu lhoo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,479,167 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 377 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: