Bertempat di sirkuit Sentul kecil di akhir pekan, saya berkesempatan menjajal produk baru Honda CBR150R yang ber-tagline Live To Race. Kesan pertama sepintas wujud CBR150R mirip dengan kakaknya CBR250R. Dibandingkan dengan CBR150 lawas, bodi yang baru lebih gemuk. Bagaimana sih rasanya motor yang dihargai sebesar Rp33 juta ini ???
Begitu dinaikin, posisi berkendara agak sedikit berbeda dibandingkan CBR150 lawas yang cenderung agak merunduk. Yup pabrikan Jepang mendesainnya agar bisa nyaman dikendarai di perkotaan. Begitu kunci kontak di-on kan, terdengar samar2 suara pompa bensin (fuel pump) elektrik khas mesin2 berfitur injeksi. Pencet tombol starter, lampu depan langsung nyala berkat penerapan AHO (Auto Headlight On). Menurut pihak PT. Astra Honda Motor (AHM) lampu CBR150R sini lebih terang dibandingkan versi Thailand. Yang disini pake bohlam berdaya 55-60 watt. Agak sedikit mengganjal pas ngeliat tombol di stang, yakni tiadanya saklar engine on off.
Masuk gigi pertama putaran bawah masih biasa2 saja. Tapi begitu RPM sudah melewatin angka 5000, tenaga langsung keluar dari mesin 4 tak, DOHC, radiator, PGM-FI. Mencoba sebanyak 5 lap, trek di depan tribun sempet meraih 80 km/h lebih di gigi 3 sebelum masuk tikungan ke kanan. Perpindahan gigi berlangsung lancar. Putaran menengah tenaga sudah di dapat, agak berbeda dengan CBR150 sebelumnya yang sedikit butuh putaran atas agar tenaga keluar. Kombinasi sasis twin tube diamond, shockbreaker depan 31 mm & monoshock membuat manuver ke kiri & ke kanan cukup nyaman. Makin mantap lagi CBR150R ditunjang kaki2 yang kekar seperti velg belakang yang berukuran 3,5 inch !!! Pengereman depan belakang cukup mumpuni menahan laju motor berbobot 138 kg. Sempet juga nyalain klakson yang terdengar nyaring, bolehlah buat ngusir angkot yang lagi ngetem Angka kecepatan di speedometer digital terlihat cukup jelas di siang hari.
Suspensi monoshock cukup nyaman & empuk namun sayang belum bertipe pro-link serta tiadanya penyetelan tingkat kekerasan (soft-medium-hard). Selain itu spion yang cukup lebar, menuntut pengendara kudu berhati2 ketika berkendara di lalu lintas padat. Dan yang terakhir harganya itu loh… mepet cuman terpaut 6 juta dari kakaknya CBR250R non ABS.
Spesifikasi
- Panjang x lebar x tinggi : 1.977 x 701 x 1.130 mm
- Jarak sumbu roda : 1310 mm
- Jarak terendah ke tanah : 190 mm
- Berat kosong : 138 kg
- Tipe rangka : Twin Tube Diamond
- Tipe suspensi depan : Telescopic
- Tipe suspensi belakang : Suspensi Tunggal
- Ukuran ban depan : 100/80 – 17M/C 52P (tubeless)
- Ukuran ban belakang : 130/70 – 17M/C 62P (tubeless)
- Rem depan : Cakram Hidrolik, dengan Piston Ganda
- Rem belakang : Cakram Hidrolik, dengan Piston Tunggal
- Kapasitas tangki bahan bakar : 13.1 liter
- Tipe mesin : CS150RE, Liquid-Cooled, 4-Stroke, DOHC, Single Cylinder
- Diameter x langkah : 63,5 x 47,2 mm
- Volume : 149,4 cc
- Perbandingan Kompresi : 11,0 : 1
- Daya Maksimum : 17,8 PS / 10.500 rpm
- Torsi Maksimum : 12,66 Nm / 8.500 rpm
- Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 Liter pada Penggantian Periodik
- Kopling Otomatis : Manual, Wet Multiplate with Coil Springs
- Gigi Transmsi : 6 Kecepatan
- Pola Pengoperan Gigi : 1 – N – 2 – 3 – 4 – 5 – 6
- Starter : Elektrik Starter
- Sistem Pengapian : Full Transisterized
assololey icikicik a hem…
Rangkane bukan twinspar deltabox,om.twin tube diamond=tabung berlian kembar itukan seperti punyanya cbr250 klo ga salah loberlian kembar itukan seperti punyanya cbr250 klo ga salah lo
Di webnya AHM tertulis seperti itu mas bro…
sip… ngomong2 Vixynya dijual berapa?
Dijual 33 juta
wuih manteb tenan….kpn ya aq bbisa kut nyoba…’
mo ganti motor ini kah pak de? 😀
Jgn hanya dicicipi saja bro… hehee..
http://storyza.wordpress.com/2011/07/27/suzuki-thunder-250-japs-style-dari-samarinda/
Pak Dhee,
SPGnya simpolnya aka pahanya putih tur muluz kayaknya…..
Apa mungkin panu ya…….
xixixiiiii…..
sip, mantap
Video Test Ride Honda CBR 150R
Body motornya keren. Tapi harganya enggak.
Kok lampu belakang punyaan gua nggak nyala saat di rem belakang