04
Mar
11

Balada Pengendara Roda Dua…

Sebenarnya tulisan ini sudah lama ada…yah sekitar 2 tahunan yang lalu. Waktu itu seorang teman mengirimkan ke saya lewat email. Gak sengaja kemaren pas lagi ngubek2 laptop, saya menemukan tulisan ini. Yo wislah…langsung aja deh disimakšŸ™‚

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut
kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu
pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka nyerobot ke kanan atau ke kiri, itu hanyalah karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tidak anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi2 ujung
jaket, ataupun bagian bawah helm, he3x…

Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak/ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda, yang belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan, kalo masuk kerja ?
Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu… Minimal dipotong uang transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka karena mereka mencium aroma knalpot dan ‘bau matahari’ dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dengan parfum mobil anda yang 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.

Kami sadar kok, kami juga suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja beda.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh Pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke tempat2 rekreasi.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami
berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke wisata. Tapi kami
gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka
yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yang sedikit
berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok
belakang.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
gede kek, bodo’ amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper
kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah enaknyaa di mobil.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak
pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata. Amit-amiiiit.

Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya
lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus
‘menerima’ sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan
jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee… hi3x…
Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
sungguh, itu gak sengaja kok. Sebab selama naik motor, mata kami harus
dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks
mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he3x…Maaf ya pak-bu. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya,
kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
(Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa
rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau
hampir terlambat.

Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak
punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
pelatihan image development. (SD aja DO… hiks!)

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala
kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di
koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang
bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak
kotor terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa
penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi
lagunya lewat kisi kisi jendela. He3x… pernah gak anda melihat kami
juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma 10-20 detik. Jadi malu…

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
artis nan gantengĀ & cantik, artis senior maupun junior, politikus,
budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naikĀ & turun dari mobil, karena supir nan setia membukakan pintu belakang bagi mereka.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja
kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil kan… ?

Bonusnya gambar ini aja deh…


22 Responses to “Balada Pengendara Roda Dua…”


  1. 4 Maret 2011 pukul 8:57 pm

    hmm… cukup menyentuh realita biker di Indonesia (Jakarta)!
    alhamdulillah….. saya tinggal di kampung yang entah sampai berapa lama bertahan dan pasti akan terjadi juga realita biker seperti diatas.šŸ˜€

  2. 4 Maret 2011 pukul 8:58 pm

    mesegul, aku banget, my destination

  3. 3 dekky
    4 Maret 2011 pukul 9:02 pm

    bner gan,ane jga gtu

  4. 4 Maret 2011 pukul 9:03 pm

    Pertamaxzz balado pengendaro rondo duo:mrgreen:

  5. 4 Maret 2011 pukul 9:03 pm

    iya pak mit.. td pagi nganterin sekolah berhenti kok di seruduk kijang.. mo marah ibu nya dah ketakutan.. ya udah tak maapin walau cover knalpot pecah.. huh.

  6. 4 Maret 2011 pukul 9:32 pm

    hiks…hiks…hiks…. *nyambi ngelap ingus* …..Srooott….!

  7. 4 Maret 2011 pukul 9:47 pm

    realita yg menyedihkanšŸ˜„
    seperti telenovela rossalinda:mrgreen:

    izin share gan

  8. 9 vIP
    4 Maret 2011 pukul 10:07 pm

    r2 vs r4 ga ada habisnya oom, saling respek ajašŸ™‚

  9. 10 TDF
    5 Maret 2011 pukul 2:47 am

    Wah begitu ya, belum pernah merasakan riding di jakarta si. Kalau di kota kecil macam purwokerto lalin lancar jaya. Nah om mitra lebih sering pakai VIXI apa R4?

  10. 5 Maret 2011 pukul 7:55 am

    Bro.. pastikan bisa ikut test-ride Bajaj Pulsar 220 DTS-i di Sentul. Info lengkap ada disini: http://stephenlangitan.com/2011/03/khusus-blogger-otomotif-test-ride-bajaj-pulsar-220-dts-i/

  11. 13 elsabarto
    5 Maret 2011 pukul 9:44 am

    seperti itu yang saya rasakan mas.. walaupun sekarang juga punya R4 abal2, gak tau kenapa saya tetep masih suka naik R2, bahkan buat mudik ratusan km jk sendiri, saya lebih prefer naik bebek, kadang terharu melihat pemandangan satu keluarga+barang bawaan dengan begitu tabah menahan betapa capek+resiko yang ditanggung demi silaturahmi dengan keluarga tercinta dikampung halaman, mungkin utk lain berkata kenapa dibela-belain kaya gitu? kenapa gak naik angkutan umum saja? jwbnya gak sesederhana itu, untuk orang yang pernah mengalami karena terpaksa karena keadaan pasti memaklumi dan berempati

  12. 14 magnum rider
    5 Maret 2011 pukul 11:41 am

    yap sngat mnyentuh,.sama ky ane jg bnr2 ngalamin ky gitu neh kalo di ibu kota..

  13. 15 Dismas
    5 Maret 2011 pukul 2:29 pm

    mak jlep tenanšŸ˜€

    like this …

  14. 5 Maret 2011 pukul 10:00 pm

    walaupun sudah pernah saya baca berkali kali….

    tetep tersentuh

  15. 17 raya
    6 Maret 2011 pukul 1:13 am

    kalo di kota kecil, sedikit rasa jadi orang jakarta yaitu pas lebaran, jalanan macet total oleh mobil plat luar kota terutama plat b..

  16. 18 itchorr
    6 Maret 2011 pukul 3:42 pm

    Males banget ma pengguna r2 dan r4 plat b.
    Jaln kaya punya sendiri kalo di daerah(saya di purbalingga).
    Kalau di jalan suka nyalib motong..klakson seperti lagi ada karnaval.tin..tiin mulu.
    Kaga melek apa jalan penuh.
    Saya kira mereka berpendidikan, dan wawasan lebih terbuka karena hdup di kota besar.
    Ternyta, malah seperti bkas keluar dari LP saja.
    Mungkn oknum.. Tapi kok mayoritas?

  17. 6 Maret 2011 pukul 5:23 pm

    salam satu jiwa!
    Ya gtu tuh r4, seandaina milih mendng r2 yg sruntulan drpd r4 yg sruntulan tp lbh baik ga ad yg sruntlan dach, hehe
    15 mnt yg lalu, ane dpepet avanza abu2 d jalur pantura situbondo, ane ampe turun dr aspal, pdhl ane da kasik kode, te2p aj dia nyalip, ingin rasana kupecahin kacanya… Huh…menyebalkan!

  18. 6 Maret 2011 pukul 5:30 pm

    realita kaum proletaar kaya kami.kepikiran juga pengen r4 yg seharga tiger kasihan kalo jln2 istri dan putriku kepanasan kadang keujanan.

  19. 6 Maret 2011 pukul 7:02 pm

    mantaap..!
    amazing..!
    great..!
    super..!
    splending..!
    brilliant..!
    spectaculer..!!
    sadaaap bro..! ane suka nih tulisan…

  20. 11 Maret 2011 pukul 12:46 pm

    Smangat dah bwt para roda 2-er…,

    Allah emang maha Adil…, xD


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,475,018 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 376 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: