12
Jul
10

Menikmati Sajian Nelayan Khas Lara Djonggrang

Lara Djonggrang adalah sebuah legenda cerita rakyat Jawa mengisahkan tentang sang pangeran Bandung Bondowoso & Lara Djonggrang. Sang pangeran ini jatuh cinta kepada Lara Djonggrang namun permintaannya ditolak mentah2 karena pangeran inilah yang membunuh ayahnya. Pantang menyerah sang pangeran pun terus melakukan jurus bujuk rayu. Akhirnya Lara Djonggrang bersedia dijadikan istrinya asalkan bisa memenuhi permintaannya yakni dibuatkannya 1000 candi hanya dalam waktu 1 malam. Bandung Bondowoso pun menyanggupinya. Bersama pasukannya mahluk halus, jin, dedemit & sebangsanya 😀 pekerjaan pembangunan candi berlangsung lancar. Mendengar kabar bahwa sudah 999 candi rampung dibuat membuat Lara Djonggrang kaget hingga timbul niat untuk menggagalkan usaha pembuatan candi yang ke-1000. Dibangunlah dayang2 & perempuan2 desa untuk menumbuk padi. Suara tumbukan padi terdengar hingga ke telinga mahluk halus. Mengira pagi sudah tiba gerombolan jin & sebangsanya minggat dari bumi. Bandung Bondowoso sedih plus kecewa karena gagal memenuhi permintaan sang calon istri. Sepandai2nya tupai melompat, akhirnya ketahuan juga bahwa ini adalah perbuatan Lara Djonggrang. Sang pangeran pun marah besar. Dikutuklah Lara Djonggrang menjadi batu yang akhirnya menjadi arca sebagai candi terakhir (candi ke-1000).

Legenda Lara Djonggrang tak bisa dilepaskan dari Candi Prambanan. Foto tahun 2009, bersama ortu tercinta ketika bernostalgia di kota kelahiran,Yogyakarta.

 

Begitulah cerita singkat legenda Lara Djonggrang. Selanjutnya kembali ke topik 🙂 Sudah cukup lama penulis tidak menulis artikel tentang kuliner. Kali ini penulis berkunjung ke sebuah restoran yang terletak di kawasan Menteng. Restoran yang bernama Lara Djonggrang ini terletak di Jl. Cik Ditiro no.4 Jakarta Pusat. Rumah makan ini milik Tugu Hotel. Selain Lara Djonggrang, Tugu Hotel juga mempunyai beberapa restoran lain seperti Dapur Babah yang berlokasi di Jl. Veteran, Jakpus serta Shanghai Blue 1920 & Samarra yang terletak di Jl. Kebon Sirih Raya, Jakpus.

Bangunan tua nan kokoh & pohon beringin membuat rumah makan ini sangat teduh. Plafon2 cukup tinggi khas rumah jadul menambah kenyamanan pengunjung yang datang. Ornamen2 unik hadir disini mulai dari ukiran Bali, lukisan2 hingga pernik2 dari negeri Cina. Terdapat banyak ruangan tempat makan disini mulai dari suasana Jawa, Bali hingga Cina, tinggal pilih ruangan mana yang anda suka. 

Menu2 tradisional yang dihidangkan restoran ini sungguh menarik mulai dari nasi merah khas Jawa, ketoprak, ayam kremes, ayam bakar, sayur asem, lalapan, kerupuk kampung, es krim mahameru hingga makanan khas restoran ini yakni Pasar Nelayan. Menu nelayan ini terdiri dari makanan laut yang dibakar mulai dari sate kerang, sate cumi, sate udang, kepiting, ikan ekor kuning & ikan bawal yang disajikan di atas perahu kecil. Cukup unik 🙂 Bagaimana rasanya ??? hhhmmm….gak usah ditanya deh, mak nyuzzz tenan 🙂

Makan tanpa sambal serasa kurang afdol. Buat anda pecinta sambal gak usah khawatir. Beragam menu sambal hadir disini mulai dari sambal kecap, sambal hijau padang, sambat tomat, sambal manado, sambal bali hingga sambal terasi.

Tertarik ingin mencobanya ??? 🙂 Rasanya pas sekali jika anda membawa anggota keluarga untuk mencicipi makanan tradisional disini.


21 Tanggapan to “Menikmati Sajian Nelayan Khas Lara Djonggrang”


  1. 1 Moko
    12 Juli 2010 pukul 2:33 am

    Yg bener Lara Djonggrang ato Rara Djonggrang to? Setauku kayaknya Rara deh.. Kalo Lara kan artine sakit, kalo Rara semacam gelar buat wanita. CMIIW

  2. 12 Juli 2010 pukul 2:40 am

    salah gw mampir kemari pagi2..

    jadi luwe..hiks..

  3. 4 zaqlutv
    12 Juli 2010 pukul 3:07 am

    hiiii banyak makanan… 😯
    sayang cuma gambar.. 😥
    jam 12 masih lama ya?

  4. 12 Juli 2010 pukul 4:23 am

    wah
    nggak kopdar sama chapter JAteng -DIY pak

  5. 12 Juli 2010 pukul 9:03 am

    mendingan lara croft aja deh :mrgreen:

  6. 12 Juli 2010 pukul 9:27 am

    wah mantaff…kapan balik ke JAteng-DIY om??? :mrgreen:

  7. 12 Moko
    12 Juli 2010 pukul 11:17 am

    Yg penting maksudnya itu lah.. Haha

  8. 12 Juli 2010 pukul 2:06 pm

    foto ke tiga, bikin saya penasaran…. kok bisa mirip ya sama juragan warung? :mrgreen:

  9. 15 Sobek-Sobek
    12 Juli 2010 pukul 2:55 pm

    wahhh apa itu rempeyak apa telor dadar di sobek-sobek mas bro?
    uweeenaks ketok nya.. (halaaaaagh..) maksa di indonesiakan :mrgreen:

  10. 12 Juli 2010 pukul 9:34 pm

    pak MItra
    ini soto kopdar Banyumas, di jabodetabek juga ada
    cek this out
    http://maskurmambangblog.wordpress.com/2010/07/13/soto-sekengkel-pak-jons/

  11. 14 Juli 2010 pukul 3:04 am

    jadilaper.com
    mantebmanteb makanan tradisionalnya . . .jadi pengen pulangkampung

  12. 12 November 2013 pukul 8:03 pm

    Makanan lara djonggrang memang enak… bener2 khas indonesia.
    informasi tentang lara djonggrang bisa kamu baca disini http://goo.gl/ICbbd8 dan resto lara djonggrang ini adalah termasuk top indonesian food, bisa lihat disini bro http://goo.gl/IlfT8P


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Juli 2010
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 8.463.352 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 391 pengikut lainnya

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: