04
Jun
10

Gosip…Premium 90, BBM Non Subsidi, Harga Di Bawah Pertamax, Gimana Menurut Anda ???

Berbagai kritikan & hujatan yang ditujukan ke Pemerintah tentang wacana mewajibkan motor (kemudian mobil) menggunakan BBM non subsidi sekelas Pertamax membuat Pemerintah putar otak gimana caranya untuk menekan konsumsi BBM Premium. Seperti yang kita ketahui diperkirakan akhir tahun 2010 pemakaian Premium akan melebihi 40 juta kiloliter, melewati kuota yang ditetapkan sebesar 36,5 juta kiloliter. Hal ini tentu saja sangat membebankan APBN. Nah…..melihat kondisi tersebut munculah wacana (gosipnya lohhh….) Pemerintah akan mengelurkan BBM yang bernama Premium 90, sebuah BBM non subsidi tapi dengan harga yang terjangkau.

Premium 90 ini mempunyai kadar oktan 90, di atas Premium yang saat ini berkadar oktan 88. Sebenarnya rencana Premium 90 sempat muncul beberapa tahun yang lalu namun kemudian hilang ditelan bumi berhubung harga minyak bumi terus meroket hingga tembus US$100 / barrel. Pertimbangan Pemerintah meluncurkan Premium 90 yaitu mengajak masyarakat untuk beralih dari BBM subsidi ke BBM non subsidi tapi dengan harga yang tidak terlalu membebani masyarakat. Lah terus pengguna motor gak boleh lagi dunk pake Premium 88 ??? tetep boleh pake bro, pengguna mobil juga gak dilarang koq. Trus kalo boleh pake Premium 88 ngapain juga diluncurin Premium 90 ??? pasti akan timbul pertanyaan seperti itu :) nah disini tekniknya…supaya pengguna kendaraan pribadi perlahan2 beralih ke BBM non subsidi caranya yaitu dengan mengurangi jumlah dispenser Premium di tiap SPBU Pertamina. Kalo saat ini kita lihat banyak dispenser Premium, mungkin nantinya hanya akan tersedia 2 unit saja. Selanjutnya dispenser2 yang dulunya dipake buat Premium 88 akan diganti dengan Premium 90. Buat yang mau ngisi Premium 88, monggo saja tapi siap2 aja ngantri panjang. Sengaja dibuat gak nyaman gitu deh….diumpamakan seperti  “Kalo gak pingin ngantri panjang & melelahkan, ngisi aja ke Premium 90” Hhhmmm……boleh juga trik yang dilakukan oleh Pemerintah. Ibaratnya Pemerintah bermaen aman & meminimalisir gejolak yang akan timbul. Maklum urusan BBM itu sensitif bro.

Andaikata Premium 90 ini diluncurkan, berapa yah perkiraan harganya ??? kalo harga Premium 88 Rp4500,- (setelah disubsidi dari Pemerintah sebesar Rp500/liter), yah ancer2nya Premium 90 ini akan dibanderol antara Rp5.500,- s.d. Rp6.000,- per liter (asumsi harga minyak bumi US$ 70). Lebih murah dibandingkan dengan Pertamax yang dihargai Rp6.500,- / liter (harga Upms III – DKI Jakarta). Penerapannya untuk tahap awal di pulau Jawa dulu, baru kemudian pulau2 yang lain di seluruh Indonesia. Dari sisi bisnis, para pemain2 asing seperti Shell, Petronas & Total tentu akan tertarik untuk ikutan menjual bensin beroktan 90 ini.

Dari segi teknis, menggunakan penggunaan Premium 90 pasti lebih unggul dibandingkan dengan Premium 88. Pembakaran di dalam mesin menjadi lebih sempurna, tarikan lebih responsif, trus lebih irit BBM karena tinggal gas sedikit kendaraan sudah ngacir & yang pasti lebih ramah lingkungan. So, bagaimana pendapat rekan2 andaikata gosip ini bener2 terjadi ???

Oke deh, selamat berakhir pekan, Safety First…!!!🙂


26 Responses to “Gosip…Premium 90, BBM Non Subsidi, Harga Di Bawah Pertamax, Gimana Menurut Anda ???”


  1. 1 a'lilin
    4 Juni 2010 pukul 9:26 am

    solusi yang cukup masuk akal. asal praktek dilapangannya bener aja.

    • 5 Juni 2010 pukul 10:55 am

      yah semoga…
      karena yg di lapangan malah premium nya banyak…
      pom bensin pertamina yg baru2 pada bermunculan
      harusnya dispenser pertamax di banyakin trus premium nya se adanya…
      khan masih baru nah kalo yang dah lama / sudah lama terinstall dan beroperasi baru bertahap di kurangi

      IMHO sih

  2. 4 Juni 2010 pukul 9:35 am

    Nah cocok nih… pengalaman pake pertamax utk abs revo ane yg kompresi 1:9, emang enak sih, tapi mesin cepet panas… paling enak itu sih kalo dioplos pake premium 1:1, jadi mungkin kira2 oktan jadi 90, tarikan enak, tapi mesin ga terlalu cepet panas…

  3. 4 Ad 4693 yj
    4 Juni 2010 pukul 9:54 am

    Harga 5rb setuju

  4. 5 Aurora
    4 Juni 2010 pukul 10:57 am

    Boleh juga idenya bro.
    Btw, oktan 90 itu cucok buat kompresi berapa ya?
    Ntar pigimana ya nasibnya motor berkompresi rendah kalo premium 88 dihapus?

    Ane dukung program ini😀

    • 4 Juni 2010 pukul 11:58 am

      Premium 88 gak dihapus bro, cuman jumlah dispensernya dikurangin. Motor berkompresi rendah pake oktan 90 malah bagus buat mesin, pembakaran lebih sempurna, mesin lebih awet & tarikan lebih ngacir dibandingkan pake Premium 88.

  5. 4 Juni 2010 pukul 11:25 am

    pertamax juga tidak apa-apa…

  6. 4 Juni 2010 pukul 11:34 am

    calon harga baru di Rp.5.500 – 6.000 / liter…. dengan asumsi harga minyak $70/barell…
    Harga minyak itu kan naik turun dan cenderung naik, minggu ini saja minyak di kisaran $72-75/barell bahkan bulan lalu sempat colek di $ 86 / barell, kira-kira pengaruh nggak ke harga BBM bersubsidi bila harga minyak naik di atas $90 / barell???

    • 4 Juni 2010 pukul 11:59 am

      Waktu harga minyak tembus US$100 / barrel kan harga Premium naik jadi Rp5500/liter. Kalo kagak naik, negara bisa bangkrut hehehe…

      • 10 joe trizilo
        4 Juni 2010 pukul 4:11 pm

        ha.ha.ha….. Kalo nggak salah menurut analisanya Pakde Kurtubi; harga minyak bisa tembus $180/barell di tahun ini… busyet dah…. jadi berapa harga premium????

      • 5 Juni 2010 pukul 4:47 am

        Lama kelamaan harga minyak pasti naik, kan sumber daya alam yg tdk dpt diperbaharui. Qta hrs segera cari solusi supaya tdk tergantung terus2an dgn minyak bumi.

  7. 4 Juni 2010 pukul 3:29 pm

    masuk akal juga ide ini, tapi penjual bensin eceran bisa kolaps😥

  8. 4 Juni 2010 pukul 3:32 pm

    kalo begitu (agak) setuju…..tapi APBN habis gak cuma buat nombok ke pertamina aja gan…bail-out century..juga gede..trus ada lagi nih usulan anggota dewan yang pengen hak aspirasinya dihargai 15M/ tahun….nah ..kalo dikali jumlah total anggota dah berapa tuh………nasib jadi rakyat cilik..diakali + di pokili………

    • 14 joe trizilo
      4 Juni 2010 pukul 4:13 pm

      Anggota dewan ko*lo kabeh…. kata inilah.com : DPR mulai genit pasca Sri Mulyani Mundur…. Wis ora bener kabeh ki…..

  9. 15 Basho
    4 Juni 2010 pukul 5:11 pm

    Maaf…saya sedang dilanda krisis kepercayaan terhadap pemerintah

  10. 5 Juni 2010 pukul 6:10 am

    hmmm kalo nggak salah kan dulu premium pernah naik sampai 5500 yah,,, nah kalo harga premium 90 5000 sih nggak papa, lagian biar motor semakin awet khan..

    http://otomercon.wordpress.com/2010/06/05/seri-cbr-bagian-4-cbr-250-dari-dulu-hingga-sekarang/

  11. 17 budi
    5 Juni 2010 pukul 6:18 am

    boleh juga bro, dengan harga 5500 tidak terlalu membebani, dengan nilai oktan yang lebih tinggi tetapi harga masih dibawah pertamax.sejalan waktu biar konsumen yang memilih sendiri BBM yang sesuai dengan kemampuannya, pengen subsidi tapi antri panjang, non subsidi atau yag pertamax.

  12. 5 Juni 2010 pukul 8:24 am

    solusi terbaik mending impor aja motor2 elektrik dan hybrid…tapi pajakny yg kecil…dijamin Indonesia bakalan ngk butuh PERTAMAX lagi:mrgreen:

  13. 20 alrozzzi coolrider 2
    5 Juni 2010 pukul 9:36 am

    ➡ bro, apa blending antara bensin premium dan pertamax bisa menjadi satu? maksudnya, bagaimana mekanisme pencampuran bensin dengan oktan berbeda?

    taruhlah saya biasa pakai premium, di tangki masih 1 liter. tiba2 timbul keinginan untuk mengisinya dengan pertamax… lha, apa premium sisa + pertamax bisa bercampur menjadi 1 ? [natural blended], atau harus menunggu premium habis dulu?

    maaf OOT, cuman penasaran saja…:mrgreen:

  14. 22 pemain baru
    6 Juni 2010 pukul 3:21 pm

    kalo ada premium biasa rp 5000 tp gak pake subsidi dan antrian mungkin lebih yahudd..

  15. 8 Juni 2010 pukul 2:29 am

    solusi yg masih masuk akal….

    mudah2a di lapangan bisa diterapkan dng baik

  16. 24 willy
    30 Juni 2010 pukul 7:15 pm

    lebih baik ,ikut harga minyak online aja,kyk luar negri cnthny australia ,singapore,dan ad hari khusus minyakny murah ,yg kyk di australia setiap hr selasa mnyakny lebih murah,slain hari itu ,mengikuti hrga minyak online ,atau hrga mnyak dunia ,dan gk di smua spbu sama hrgany smua ,lain lain..hrgny ,yah di buat beda rp 50 ato rp 25 selisihny
    mislny spbu jalan thambrin rp5350 per liter , dan bbrp km kmudian di buat rp5380 per liter

  17. 26 willy
    1 Juli 2010 pukul 6:21 pm

    lebih baik ,ikut harga minyak online aja,kyk luar negri cnthny australia ,singapore,dan ad hari khusus minyakny murah ,yg kyk di australia setiap hr selasa mnyakny lebih murah,slain hari itu ,mengikuti hrga minyak online ,atau hrga mnyak dunia ,dan gk di smua spbu sama hrgany smua ,lain lain..hrgny ,yah di buat beda rp 50 ato rp 25 selisihny
    mislny spbu jalan thambrin rp5350 per liter , dan bbrp km kmudian di buat rp5380 per liter

    Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Juni 2010
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 6,484,629 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 378 pengikut lainnya

Suka Blognyamitra ???

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: