31
Mei
10

Tak Hanya R2, Suzuki R4 Pun Juga Ikut Berbenah Buat Dongkrak Penjualan

Hasil mengecewakan tidak hanya dialami oleh Suzuki R2, Suzuki R4 pun juga mengalami hal yang sama. Di tahun 2009, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku ATPM Suzuki hanya sanggup menjual 46.916 unit, jauh berbeda dibandingkan dengan penjualan tahun 2008 yang mencapai 74.048 unit. Artinya di tahun 2009 terjadi penurunan sebesar 36,6 persen. Melihat hasil ini PT. SIS pun melakukan beberapa perombakan di jajaran manajemen & linu up produk. 

Kalo di sektor R2 Suzuki berupaya bangkit lewat produk anyarnya Suzuki Titan 115 dengan ikon artis top si Sule, bagaimana dengan R4 ??? pembenahan dilakukan di sektor line up produk lewat hadirnya produk baru & menghentikan produksi varian yang kurang laku di pasaran. Suzuki New Baleno dihentikan produksinya pada bulan Februari 2010 karena mobil ini tidak memberikan kontribusi yang positif buat PT. SIS & juga sulit bersaing dengan kompetitornya seperti Honda All New City & Toyota New Vios. 

Di luar dikenal dengan SX4 sedan

Setelah dihentikannya produksi Suzuki New Baleno, tak lama kemudian pada akhir Maret 2010 hadir varian baru bernama Suzuki Splash. Hadirnya City car berkapasitas 1200 cc dengan banderol harga Rp140-Rp150 juta menunjukkan keseriusan PT. SIS untuk menguasai mobil2 kompak yang telah hadir terlebih dahulu di pasaran seperti Suzuki New Karimun Estilo & Suzuki Swift. Masuknya Suzuki Splash ini mengisi kekosongan di sisi harga antara Suzuki New Karimun Estilo yang dibanderol Rp129,5 juta & Suzuki Swift yang dihargai Rp172,5 juta – Rp195 juta. Sebuah langkah cerdik yang dilakukan oleh Indomobil !!! Konsumen pun mendapat pilihan baru. Bagaimana hasilnya di tahun 2010 ini ??? kita lihat saja nanti di awal tahun 2011 🙂 

Ukurannya lebih besar dibandingkan dengan Karimun Estilo tapi lebih kecil dibandingkan Swift

Iklan

7 Tanggapan to “Tak Hanya R2, Suzuki R4 Pun Juga Ikut Berbenah Buat Dongkrak Penjualan”


  1. 31 Mei 2010 pukul 8:24 am

    mobil harus pake pertamax.
    Kira2 penyebab turunnya pasaran r4 suzuki kenapa ya. Mereka laris di kelas entry level. Buat angkot. Btw splash kok kaya picanto ya

    • 31 Mei 2010 pukul 9:29 am

      Suzuki saat ini mulai fokus dgn produknya yg hrgnya terjangkau, spare part murah, mesin bandel & irit BBM. Image seperti itulah yg ingin dicoba dibangun kembali oleh Suzuki seperti yg telah dilakukannya waktu dulu (Suzuki Carry, Futura, Katana dsb).

      • 3 widnug
        1 Juni 2010 pukul 4:59 pm

        Ah siapa bilang Suzuki masih murah? Mahal Mit, apalagi mobil yang kelasnya medium 2 premium…weleh mahal banget partsnya. Why? Krn partsnya masih made in Japan…Klo iritnya memang iya, masih

      • 2 Juni 2010 pukul 1:20 am

        Betul bro, utk baleno, APV, carry msh murah partnya malahan bisa saling tukar2an.

  2. 31 Mei 2010 pukul 9:16 am

    Suzuki desainnya udah mendekati VW…coz udah ada kerjasama…nah menurunnya pasaran Suzuki R4….dikarenakan.. (menurut denger2 dari orng2 yg udah lama naik mobi)….onderdil Suzuki tuh muahaalll bnerr…udah gitu suka ngk ada stok dan ngk ada versi KWnya…beda sama Toyota yg didaerah2….gmpng ditemui dan murah juga tentunya :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


Disclaimer

Blog ini tergabung dalam komunitas OBI (Oto Blogger Indonesia). Tulisan di blog ini merupakan opini pribadi & tidak serta merta mencerminkan sikap OBI. Sikap OBI akan terpampang di agregator OBI. Masukan, saran & kritik bisa dialamatkan ke mitra5708@gmail.com
Mei 2010
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip

Pengunjung yang mampir ke blog ini sejak 26 Januari 2010

  • 8.474.220 hits

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 391 pengikut lainnya

Blog ini mendukung


%d blogger menyukai ini: