Ahhh…akhirnya bisa ngeblog lagi. Keterbatasan waktu & konsen membuat blog ini hampir lumutan
Yup, lanjut… salah satu tempat wisata yang diminati oleh turis asing maupun domestik adalah Bromo. Sudah tiga kali saya kesitu. Ketika pulang kampung beberapa waktu yang lalu, saya menyempatkan diri mampir. Yah hitung2 nostalgialah, terakhir kesana sekitar tahun 2000-an.
Berhubung tidak ada niat untuk menginap, saya berangkat dari kota apel jam 22.00 WIB. Lewat kota Pasuruan kemudian berbelok menuju Sukapura. Sampai di parkiran mobil kawasan wisata Bromo sekitar jam 01.00. Hawa dingin menusuk tulang meski sudah bawa jaket tebal, kaos tangan serta penutup kepala. Kalo kelupaan bawa kaos tangan ato penutup kepala disana ada banyak yang jual koq. Harganya Rp10rb ampe 20rb. Yah pinter2 nawarlah.
Rencana mo sewa jip Hardtop untuk menuju Pananjakan, gagal. Semua Hardtop yang ada dengan tarif sewa Rp350rb habis diborong wisatawan. Oh ya, Pananjakan merupakan tempat paling pas untuk melihat pemandangan matahari terbit & menjadi favorit pengunjung. Ya sudahlah, saya cari tempat view yang lain setelah tanya sana sini. Matahari terbit masih 3 jam lagi, yo wis tidur dulu aja. Tidur di mobil gak bisa nyenyak. Penyebabnya udara dingin masuk lewat celah2 jendela.
Sambil menunggu & dengerin musik akhirnya tiba saatnya sun rise. Sang surya pun mulai menampakkan diri. Kelar menikmati matahari terbit, langkah selanjutnya adalah menuju kawah Bromo. Cukup jauh untuk menuju kesana. Tinggal pilih mo jalan kaki ato Hardtop yang kemudian dilanjutkan dengan kuda. Perjalanan menuju kawah punya tantangan tersendiri. Berbeda dengan 12 tahun yang lalu. Selain jarak yang cukup lumayan, hamparan debu vulkanik membuat nafas menjadi terganggu. Banyaknya debu vulkanik ini akibat dari erupsi gunung Bromo setahun yang lalu. Saya pun berjalan sambil menutupi hidung. Bagi yang punya penyakit asma, sangat disarankan untuk membekali diri dengan masker. Tantangan makin berat ketika harus melewati 200 lebih anak tangga menuju kawah Bromo. Terlihat banyak wisatawan yang menyerah di tengah perjalanan & balik lagi menuruni tangga karena nafas udah keburu gak kuat alias ngos2an. Ada yang cukup unik juga disini, kalo gak kuat bisa pake jasa ojek gendong













njos tanan..
ajib tenan
kapan ya kesana
http://pertamax7.wordpress.com/2012/09/14/honda-k18-semoga-mirip-hero-honda-hunk-nggak-kayak-megison-d/
mantaf!!……kapan ya aku bisa ke sana…..jauh pisan euy…dari bandung.
bromo memang selalu terkenang
mana Jeep Hardtopnya??
yang banyak Toyota Landcruiser model lawas gt..hahaha
just kidding
Bromo Jeep Club, kalo gak salah gitu tulisannya
pernah jalan kaki melalui lautan pasirnya tapi ahrus balik karena cuapek selain itu juga mataharinya dah keluar hihihihihi rugi pol!